Santunan Kematian Naik, BPJamsostek Proyeksikan Klaim Nai

BPJS Ketenagarkerjaan atau BPJamsostek memperkirakan bahwa pembayaran klaim berpotensi meningkat jauh, lebih dari 205 di tahun 2020 ini. Peningkatan klaim ini pasalnya terjadi karena pemerintah menaikkan nilai manfaat dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan juga Jaminan Kematian (KJm) yang berlaku mulai tahun ini.

Santunan Kematian Naik, Proyeksi Klaim Naik Juga

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, menyatakan bahwa rata-rata pembayaran klaim tiap tahunnya memang naik kira-kira 20%. Akan tetapi, tahun ini presentasenya diprediksi membengkak. “Rata-rata kenaikannya 20% tiap tahunnya. (Tahun ini) lebih besar dari itu (20%),” ungkapnya hari Selasa (14/1) kemarin.

Akan tetapi, ia belum dapat memproyeksikan secara detail lagi berapa kenaikan pembayaran klaim yang mana akan terjadi di sepanjang tahun 2020 ini. Hal yang bisa ia pastikan adalah presentase kenaikannya togel sgp tak sampai 50%. “OH, tidak sampai itu (tidak sampai 50%). Saya harus cek lagi,” ungkapnya.

Walaupun berpotensi naik lebih dari 20%, Agus memastikan bahwa keuangan BPJS Ketenagakerjaan ini cukup kuat untuk membayar klaim itu. Ia juga mengaku bahwa ia sudah menyerahkan perhitungannya itu pada tim aktuaria baik dari eksternal maupun internal. “Kami sudah memperhitungkan dengan tim aktuaria dan kami juga sudah mengantisipasi ini pada tingkat kesehatan keuangannya,” ungkap Agus lagi.

Menurut catatan BPJS Ketenagakerjaan, total pembayaran klaim sampai dengan November 2019 sebanyak Rp. 26,7 triliun. Angka tersebut pasalnya terdiri dari pembayaran klaim yang datang dari program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) yang besarnya Rp. 1,4 Triliun. JKm (Jaminan Kematian) Rp. 790 miliar, JP (Jaminan Pensiun) Rp. 105,7 miliar dan JHT (Jaminan Hari Tua) Rp. 24,4 triliun.

Detail Perubahan

Diketahui bahwa penambahan nilai manfaat BPJS Ketenagakerjaan sendiri tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 soal Perubahan atas PP 44 Tahun 2015 soal Penyelenggaraan Program JKK dan JKm. Secara rinci, dalam perawatan pengobatan di JKK terdapat dua perluasan manfaat yaitu homecare dan juga pemeriksaan diagnostic. Untuk biaya homecare-nya sendiri maksimal mencapai Rp. 20 juta.

Perawatan homecare ini pasalnya diberikan pada peserta yang tak memungkinkan melanjutkan pengobatannya ke rumah sakit. Sedangkan pemeriksaan diagnostic sendiri bertujuan untuk pemeriksaan dalam rangka penyesuaian kasus penyakit karena kerja. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengobatan itu dilakukan sampai tuntas. Tak Cuma itu, biaya transportasi untuk mengangkut pasien yang mana mengalami kecelakaan pun juga mengalami kenaikan dari yang semula Rp. 1 juta menjadi Rp. 5 juta.

Detailnya adalah transportasi angkutan laut naik, yang dari Rp. 1,5 juta menjadi Rp. 2 juta. Kemudian yang angkutan udara dari yang tadinya Rp. 2,5 juta menjadi Rp. 10 juta. 

Kemudian penambahan manfaat dari JKK pun dilakukan dari sisi pemberian santunan tak mampu bekerja yang berupa penggantian upah yang besarnya 100%, menjadi 12 dari yang sebelmnya hanya 6 bulan saja. BPJS Ketenagakerjaan juga bakal memberikan santunan seterusnya sebanyak 50% sampai sembuh.

Sedangkan untuk biaya pemakaman karena kecelakaan kerja naik dari yang semula Rp. 3 juta menjadi Rp. 10 juta. Kemudian untuk santunan berkala meninggal dunia juga naik dari yang tadinya Rp. 6 juta menjadi Rp. 12 juta untuk 24 bulan. Sedangkan untuk program JKm, santunan kematian yang diberikan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 20 juta dari sbeelumnya yang Cuma Rp. 16,2 juta saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *