Fans Ronaldo Cemooh Messi Usai Barcelona dikalahkan Atletico

Barcelona sedang menanggung malu dan kecewa karena mereka baru saja dikalahkan oleh Atletico Madrid dengan skor 2-3. Dengan hasil ini, maka Barcelona tersingkir dari Piala Super Spanyol tepatnya di Stadion King Abdullah, hari Jumat (10/1).

Messi diejek Fans Ronaldo

Kekalahan itu seolah jadi ‘bahan bakar’ untuk para fans Cristiano Ronaldo. Mereka membalas mengejek bintang dunia arcelona, Lionel Messi. Sebelumnya warganet, terutama fans Messi, mengejek Ronaldo atas kegagalan klubnya, Juventus, meraih gelar juara Piala Super Italia di musim ini.

Dan sekarang giliran netizen yang ada di media social yang membalas cemoohan bintang Barcelona itu. Dilansir dari CNN Indonesia, warganet menganggap ulah fans Messi yang mengejek idolanya ini berbuah karma. “Begitu luar biasa bahwa orang-orang mengejek Ronaldo kalah di satu dari 15 laga final saat Messi bahkan tak bisa ke final,” tulis salah seorang warganet di Twitter.

“Ingat ketika para pendukung Messi mencemooh Ronaldo tak memenangka Liga Super Italia. Karma menyerang balik,” tulis akun Twitter lainnya lagi. Ada juga yang menganggap pemain-pemain Barcelona cengeng saat kalah dan sering sekali menyalahkan pelatihnya.

“Ketika Juventus kalah, kalian menyalahkan Ronaldo. Namun saat Barcelona kalah, anda menyalahkan Valvedre.”

Ada juga akun Twitter yang mengatakan, “Tak diragukan Messi memiliki statistic bagus. Akan tetapi Iniesta, Dani Alves, dia kesulitan.”

Tak bisa dipungkiri bahwa kekalahan Barcelona ini sendiri sekaligus memupuskan harapan fans-fans terjadi El Clasico di final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.

Rekor Messi yang dipecahkan di Tahun 2020

Lionel Messi padahal memecahkan rekor di tahun 2020. Ia bahkan menjadi bintang yang mendaoatkan penghargaan Ballon d’Or. Tahun lalu saja Messi sudah melewati sejumlah rekor. Dan ia masih belum menunjukkan akan melambatkan penghargaan dan prestasinya.

Salah satu catatan manis La Pulga di tahun lalu adalah ketika mereka meraih penghargaan Ballon d’Or untuk yang keenam kalinya sekaligus mampu melwati koleksi gelar Cristiano Ronaldo. Layak saja jika fans-fansnya sering membandingkan dirinya dengan Ronaldo. Pemain internasinal itu masih mempunyai banyak kesempatan untuk memecahkan rekor dalam sejarah pesepak bolaan dunia.

Ia juga disebut mengincar rekor Pele yang sekarang ini masih memegang rekor pencetak gol paling banyak di satu klub (Santos). Pele menorehkan 643 gol di periode 1956-1974. Rekor itu bisa dipecahkan oleh Messi yang saat ini telah menorehkan 618 gol untuk Barcelona pada semua kompetisi. Pemain jebolan La Masia ini Cuma membutuhkan 25 gol tambahan saja untuk melewati rekor gol Pele.

Messi juga memasuki 2020 dengan memimpin daftar top skor Liga Spanyol dengan mengoleksi 13 buah gol bersama dengan striker Real Madrid, Karim Benzema. Apabila ia mampu mempertahankan status top skor sampai dengan akhir kompetisi, ia bakal jadi pemain pertama yang mana memiliki 7 trofi El Pichichi.

Messi juga sekarang ini tercatat sebagai pemenang gelar Pemain Terbaik Dunia versinya Ballon d’Or paling banyak dalam sejarah sepak bola. Dirinya unggul satu trofi dari Cristiano Ronaldo yang mana mengemas enam buah penghargaan. Messi akan sulit sekali dikejar pemain lainnya apabila ia mampu meraih penghargaan Ballon d’Or lagi untuk ketujuh kalinya di tahun 2020.

Messi juga sudah mengemas 688 buah gol pada sepanjang karirnya dengan rincian 618 gol dengan Barcelona, dan 70 buah go bagi Timnas Argentina.

Apriyani Rahayu Akan Fokus Bermain Rangkap Demi Tanggung Jawab

Ada yang unik dan berbeda dengan gelaran Indonesia Masters 2020 ini dimana pebulutangkis putri Indonesia yang biasanya hanya bermain di ganda putri saja yaitu Apriyani Rahayu justru bermain rangkap pada nomor ganda campuran bersama dengan peraih medali emas Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad. Apri pun mengaku jika dirinya tetap akan fokus meskipun harus bermain di dua nomor berbeda sehingga hasilnya pun akan sangat baik dan bisa meraih gelar.

Debut Manis Apriyani Rahayu/Tontowi Ahmad Dalam Indonesia Masters 2020

Seperti yang diketahui, Apriyani Rahayu hanya bermain pada nomor ganda putri saja berpasangan dengan seniornya Greysia Polli. Pasangan yang sekarang bertengger di peringkat 8 dunia ini akan bermain tanggal 15 Januari hari ini berhadapan dengan pasangan asal Tiongkok non unggulan, Liu Xuan Xuan/ Xia Yu Ting. Sementara ketika bermain di ganda campuran, Apri akan mengganti Winny Oktavina Kandow sebagai pasangan baru Tontowi Ahmad. Sesungguhnya, keduanya tidak bermain.

Duet baru ini sebenarnya sudah gagal untuk masuk ke dalam babak kualifikasi ajang Indonesia Masters 2020 ini. Akan tetapi, keduanya justru mendapatkan kesempatan emas setelah beberapa pemain memutuskan untuk mundur hanya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Pasangan yang mundur itu adalah pasangan Singapura yaitu Danny Bawa Chrisnanta/ Tan Wei Han. Tentu saja tidak ada persiapan yang khusus diantara keduanya untuk menjadi pasangan ganda campuran baru.

Namun meskipun bermain dalam kondisi yang mendadak, rupanya duet baru ini tidak mengecewakan sama sekali bahkan mampu untuk melakoni debutnya dengan baik. Mereka berdua pun berhasil untuk masuk ke babak utama Indonesia Masters 2020 setelah berhasil menumbangkan pasangan ganda campuran asal Thailand yaitu Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran dalam dua game langsung yaitu 21-16 dan 21-17. Tentu saja ini menjadi awal mula yang baik untuk pasangan baru ini.

Apriyani Rahayu Akui masih Beradaptasi Dengan Tontowi Ahmad

Meskipun bermain dalam formasi rangkap, Apriyani Rahayu sudah mengatakan untuk memastikan diri melakoni tugasnya dengan sangat baik dan dia tetap akan fokus pada dua nomor yang diberikan kepadanya ini demi mampu menuntaskan semua tanggung jawab yang telah diberikan. Seperti yang dilansir dalam halaman resmi PBSI, Apri mengatakan jika dirinya fokus pada keduanya. Dia mengatakan telah diberikan tanggung jawab oleh PBSI dan harus benar-benar mencoba menjalani.

Ketika melakoni laga pertama di babak kualifikasi ini, keduanya mengaku tidak memiliki banyak kendala maupun hambatan apalagi dalam hal adaptasi. Komunikasi yang lancar ketika berada di atas court menjadi salah satu kunci yang membuat pertandingan keduanya bisa berjalan dengan lancar untuk menang atas pemain Thailand meskipun tanpa persiapan sama sekali. Seperti yang dilansir oleh halaman resmi PBSI, Owi pun mengungkapkan pendapatnya pasca melakoni laga pertamanya.

Owi mengaku bahwa mereka tampil dalam menit terakhir sehingga masih saling menyesuaikan dan juga sedikit canggung. Namun keduanya sudah belajar terus sedikit demi sedikit sehingga komunikasi keduanya pun menjadi lebih baik setelah itu dan menjadi sangat mudah untuk saling beradaptasi. Owi pun mengaku jika dirinya telah mengetahui seperti apa gaya permainan Apri dan Owi pun juga percaya dengan cara bermainnya sehingga mereka tidak memikirkan tentang hasilnya.

Mereka hanya fokus untuk menjalani lebih dulu. Apriyani Rahayu pun juga mengatakan hal yang sama jika dirinya masih mencoba menyesuaikan dengan permainan Owi karena Apri menilai bahwa permainan ganda campuran dan ganda putri sangat berbeda. Ini karena di ganda putri, Apri dan Grey sering bermain reli namun untuk ganda campuran ini, Apri harus memberikan bola yang matang kepada Owi untuk melakukan serangan dan Apri pun masih meminta banyak bimbingan sehingga bisa semakin “klik”.

4 Pemain Juventus yang Santer Dekati Status Bebas Transfer

Tercatat paling tidak ada emapt pemain Liverpool yang mana mulai mendekati status bebas transfernya, paling tidak dalam 18 bulan ke depan. Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, kemungkinan akan sibuk untuk kembali lagi menyiapkan uang belanja dan anggaran yang cukup besar untuk membeli pemain baru atau pun memperpanjang kontrak pemain-pemain lama.

4 Pemain Akan Jadi Pemain Bebas Transfer

Pertengahan musim ini misalnya Klopp baru saja mendatangkan Takumi Minamino yang berasal dari RB Salzburg. Minamino sendiri telah melakoni debutnya di laga Liverpool vs Everton di laga putaran ketiga Piala FA di Stadion Anfield pada hari Minggu (5/1) kemarin. 

Namun Klopp sendiri belum menentukan keputusan soal pemain-pemain yang bakal habis kontraknya di Liverpool. Dikutip dari CNN Indonesia, berikut ini adalah empat pemain yang The Reds yang bakal berstatus bebas transfer.

  1. Adam Lallana

Kontrak gelandang Liverpoo ini akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 mendatang. Sampai denga saat ini belum ada tanda-tanda Lallana akan memperpanjang kontraknya dengan The Reds. Klopp sendiri sempat mengungkapkan bahwa ia belum yakin Lallana akan dipertahankan di timnya. Kemungkinan besar ia akan hengkang dari The Reds. Sejauh ini Lallana Cuma tampil sebanyak 14 kali pada seluruh kompetisi musim ini.

  • Dejan Lovren

Kemudian Dejan Lovren juga berpotensi akan menjadi pemain yang akan berstatus bebas transfer. Hal ini karena kontraknya akan berakhir pada Juni 2021. Sampai dengan saat ini belum ada tanda-tanda pengajuan perpanjangan kontrak yang ditawarkan oleh klub untuk bek tengah berumur 30 tahun itu.

  • Georgino Wijnaldum

Kontrak dari gelandang Liverpool ini masih menyisakan kontrak 1,5 tahun sebenarnya. Pemain Timnas Belanda ini juga masih jadi andalan lini tengah di The Reds. Total tampilnya ada 19 kali di mana ia tampil di Liga Inggris untuk membela Liverpool. Namun nama gelandang 29 tahun ini pasalnya disodorkan untuk diperpanjang kontraknya di Liverpool sebagai status bebas transfer.

  • Andy Lonergan

Terakhir adalah Andu Lonergan yang belum satu kali pun tampil di Liga Inggris setelah ia dibeli dari Rochdale di musim lalu. Kontraknya pun juga akan berakhir Juni tahun 2020 ini. Dirinya kalah bersaing dengan sang kipper, Adrian yang didatangkan dari West Ham United di bulan Agustus 2019 kemarin. Kemungkinana Lonergan juga tak akan diperpanjang kontraknya oleh The Reds dan akan dijual dengan status bebas transfer.

Banyak Pemain Muda di Liverpool

Sebenarnya di Liverpool sendiri sudah banyak pemain muda yang memperkuat. Namun nampaknya masih harus merekrut pemain-pemain lainnya untuk memperkuat tim baik itu pemain muda maupun pemain senior.

Salah satu pemain yang kemungkinan besar bebas dari status bebas transfer adalaj Curtis Jones. Ia yang tampil gemilang ketika melawan Everton kemarin Minggu (5/1), mengaku bahwa ia sangat frustasi di Liverpool. Usai laga itu, ia mengaku bahwa dirinya jarang mendapatkan kesempatan bermain di The Reds. Pemain yang gabung dengan tim akademi pada tahun 2010 silam itu berharap penampilannya melawan Everton kemarin dapat membuka jalan untuknya menjadi andalan di tim utama The Reds.

“Saya hanya masuk lapangan dan berusaha menampilkan permainan saya. Frustasi hanya berada di bangku cadangan saja. Kemudian masuk merasakan sedikit pertandingan, kemudian duduk di bangku cadangan lagi,” ungkapnya dikutip dari CNN Indonesia. Nampaknya jalannya sedikit terbuka sekarang.